Temukan Tautan

Kasus Abortus

Masalah kesehatan merupakan masalah penting yang tengah dihadapi oleh masyarakat saat ini, apalagi yang tengah menimpa kaum wanita. Kesehatan reproduksi wanita adalah hal yang sangat perlu diperhatikan menimbang bahwa wanita adalah makhluk yang unik. Disini wanita ini, dalam siklus hidupnya mengalami tahap-tahap kehidupan, diantaranya dapat hamil dan melahirkan.

Berjuta-juta wanita setiap tahunnya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Beberapa kehamilan berakhir dengan kelahiran tetapi beberapa diantaranya diakhiri dengan abortus. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram, sedangkan menurut WHO batasan usia kehamilan adalah sebelum 22 minggu (google).

Abortus didefenisikan sebagai keluarnya janin yang belum mencapai viabilitas (yang mampu hidup diluar kandungan). Dan masa gestasi mencapai 22 minggu atau lebih, berat janin 500 gr atau lebih. Abortus lebih sering terjadi pada wanita berusia 30 tahun dan meningkatnya angka graviditas 6% kehamilan pertama atau kedua berakhir dengan abortus, angka ini meningkat menjadi 16% pada kehamilan ke-3 dan seterusnya (google.com yang dikutip dari Hipokrates, 2002).

Kejadian abortus sulit diketahui, karena sebagian besar tidak dilaporkan dan banyak dilakukan atas permintaan. Keguguran spontan diperkirakan sebesar 10% sampai 15% (Manuaba, 1998:214).

Insiden kehamilan diketahui secara klinis sebanyak 15%-25% diantara kehamilan ini mengalami komplikasi perdarahan pada trimester pertama, 50% dari ini mengalami abortus. Tidak ada bukti yang meyakinkan pengobatan manapun mempengaruhi hasil akhir. 95% kehamilan berlangsung lewat trimester pertama. Bila pada pemeriksaan USG terlihat aktivitas jantung janin (google.com, kutipan dari Indra, 2007).

Biasanya kejadian keguguran dilaporkan dalam angka kaguguran (abortion rate). Angka keguguran ialah jumlah keguguran dalam setiap 1000 kelahiran hidup. Dilaporkan besar angka keguguran berkisar antara 8,3 sampai 15 %. Angka ini diperkirakan lebih kecil daripada yang sebenarnya berdasarkan alasan-alasan di atas. Angka keguguran ini bersifat umum dan tidak memperhitungkan semua keguguran yang terjadi sejak kehamilan yang pertama. Angka keguguran yang spesifiklah jumlah keguguran dalam setiap 1000 kehamilan dihitung sejak kehamilan yang pertama pada setiap wanita yang pernah hamil pada satu populasi tertentu (google, yang dikutip dari dr. TMA Chalik 1997:2).

Menurut data WHO persentase kemungkinan terjadinya abortus cukup tinggi. Sekitar 15–40% angka kejadian, diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil, dan 60–75% angka abortus terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu (google, yang dikutip dari Lestariningsih, 2008).

Diperkirakan frekuensi keguguran spontan berkisar antara 10-15 %. Namun demikian, frekuensi seluruh keguguran yang pasti sukar ditentukan, karena abortus buatan banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila telah terjadi komplikasi. Juga karena sebagian keguguran spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga wanita tidak datang ke dokter atau rumah sakit (Rustam Muchtar, 1998: 211).

Sekitar 1 dari 100 hingga 200 wanita akan mengalami abortus 3 kali berturut-turut, yang disebut abortus habitual atau abortus berulang. Jika abortus berturut-turut ini merupakan abortus dengan kegagalan pembentukan janin, hal ini biasanya tidak memerlukan penangan yang terlalu rumit, dan kemungkinan kehamilan yang baik pada kehamilan berikutnya adalah 62%. Namun jika yang terjadi adalah kematian janin, maka diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk mencari adanya kelainan-kelainan yang mungkin menjadi penyebab dan mengatasinya, agar abortus tidak terulang kembali.

Di Indonesia, diperkirakan sekitar 2 – 2,5 % juga mengalami keguguran setiap tahun, sehingga secara nyata dapat menurunkan angka kelahiran menjadi 1,7 pertahunnya ( Manuaba, 2001 ) dan sekitar 87 persen tindakan aborsi yang terjadi di Indonesia dilakukan wanita bersuami dan hanya 13 persen yang dilakukan wanita belum menikah. Salah satunya, kasus abortus di kabupaten Ngada. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Hildegardis Bhoko, kasus abortus di Kabupaten Ngada pada tahun 2008 tergolong tinggi, seluruhnya ada 104 kasus. Apa penyebabnya belum diketahui. Biasanya akibat kerja keras, kandungan lemah, janin tidak diinginkan (abortus dilakukan dengan sengaja), dan ada juga faktor-faktor lainnya yaitu persalinan di Ngada masih banyak yang dilakukan di dukun. Persalinan di Ngada dengan menggunakan jasa dukun ini juga menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian bayi di Ngada. Pada tahun 2008 di Kabupaten Ngada bayi yang meninggal dunia sebanyak 58 anak akibat berat badan waktu lahir rendah, ada yang karena gagal napas akibat proses partus yang terlalu lama, dan banyak penyebab lainnya akibat tidak partus di sarana kesehatan seperti di Puskesmas dan Rumah Sakit. Pendarahan dan pertolongan yang terlambat adalah salah satunya, kejadian semacam ini pada tahun 2008 tercatat ada 5 kasus.

Adapaun untuk kasus abortus di Sulawesi Selatan dilaporkan bahwa pada tahun 2003, kasus abortus sebesar 3.499 kasus. Sedangkan jumlah kejadian abortus di Makassar Terutama di RS Pelamonia dari Bulan Juli 2007 – Mei 2008 adalah 270 kasus. Untuk itu, salah satu upaya untuk menurunkan kejadian abortus adalah dengan melakukan pengaturan kehamilan dengan menunda kehamilan pertama sampai pada usia ideal melahirkan 20 – 35 tahun.

"Selama ini ada anggapan yang salah di masyarakat bahwa aborsi lebih banyak dilakukan remaja yang hamil diluar nikah," kata Guru Besar Universitas Yarsi Jakarta, Prof. Dr. Jurnalis Uddin seperti dikutip Antara di Medan, Minggu (2/3).
Ia mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Kesehatan Wanita (YPK) Jakarta di sembilan kota besar seperti Medan, Jakarta, Batam, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram dan Manado menunjukkan dari 1.446 responden ternyata 87 persen yang melakukan aborsi statusnya menikah.
Diantaranya karena alasan gangguan kesehatan fisik yang cukup berat pada sang ibu seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan Caverna dan HIV/AIDS. Kemudian juga karena gangguan kesehatan jiwa berat seperti skozofren dan retardasi mental.
Sebab lain, kata dia, adalah karena janin dideteksi akan cacat genetik yang kalau lahir tidak dapat disembuhkan serta hamil karena perkosaan yang berakibat gangguan fisik dan jiwa berat seumur hidup. "Hamil karena incest yang merupakan aib tak tertahankan seumur hidup serta alasan sosial ekonomi seperti kehamilan yang terlalu rapat juga menjadi sebab lain tingginya angka aborsi pada wanita berstatus menikah di Indonesia," katanya.

Kejadian abortus diduga mempunyai efek terhadap kehamilan berikutnya, baik pada timbulnya penyulit kehamilan maupun pada hasil kehamilan itu sendiri. Wanita dengan riwayat abortus mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya persalinan prematur, abortus berulang, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (Cunningham, 2005).

Pada penelitian Thom terhadap 2.146 penderita dengan riwayat abortus satu kali, 94 orang (4,9%) menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang terhambat pada kehamilan berikutnya, 174 orang (8,7%) melahirkan bayi prematur. Sedangkan dari 638 penderita dengan riwayat abortus 3 kali atau lebih, ternyata terjadi pertumbuhan janin yang terhambat pada 41 orang (6,4%), prematuritas pada 63 orang (10,8%) (Suryadi, 1994).



Merujuk dari beberapa kasus abortus diatas, penulis akan mencoba untuk mengemukakan komentar, saran, dan menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sifatnya membangun dan semoga bisa menjadi awal yang baik dalam upaya meminimalkan praktek obortus ditengah masyarakat kita saat ini.

Komentar

Kasus abortus adalah salah satu kasus yang cukup fenomenal ditengah masyarakat kita saat ini. Tak jarang kejadian semacam ini menjadi ladang yang subur untuk mengais rejeki oleh sebagian orang yang tak berprikemanusiaan. Dengan melihat banyaknya jumlah kasus abortus di Sulawesi Selatan khususnya di kota Makassar, menandakan bahwa saat ini untuk mencari seorang gadis yang betul-betul perawan amatlah sulit dan pantaslah kalau saat ini muncul sebuah opini publik bahwa dari 10 gadis di kota Makassar hanya 4 diantaranya yang perawan. Sementara untuk kasus abortus di Kabupaten Ngada lebih kepada tingkat pendidikan yang masih rendah. Mengapa? Masyarakat disana di era modern saat ini, mereka masih saja lebih percaya kepada jasa medis dari seorang dukun ketimbang jasa medis yang datangnya dari pihak puskesmas dan rumah sakit dalam hal ini jasa medis dari seorang perawat maupun dokter sekalipun.


Saran


Dengan melihat berbagai kasus di atas, sudah semestinya masyarakat kita dewasa ini bersama pemerintah melakukan pendekatan guna menjalin kerjasama yang baik. Karena dari beberapa kasus diatas nampak bahwa salah satu faktor yang menjadi penyebab masih tejadinya aborsi secara illegal di tengah-tengah masyarakat karena tidak adanya jalinan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah. Salah satu contohnya, hingga saat ini masih saja banyak praktek aborsi yang tidak diketahui oleh pemerintah.

Pesan

Kepada masyarakat sudah seharusnya praktek/kasus aborsi ini menjadi renungan buat kita bersama. Betapa bodohnya kita yang telah membiarkan aset bangsa ini tercipta dan terbuang secara sia-sia. Selain itu, kepada masyarakat sudah semestinya kita turut membantu dan mematuhi program kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah maupun instansi kesehatan sehingga kedepan akan tercipta kerjasama yang baik dalam upaya peningkatan tingkat kesehatan masyarakat, terutama menyangkut kehamilan yang beresiko ini.


MENENTUKAN DATA SUBJEKTIF DAN DATA OBJEKTIF PADA KASUS ABORTUS

Data Subjektif
- Ibu merasakan sakit pada bagian perut
- Ibu merasakan peningkatan denyut nadi
- Ibu merasakan nyeri tekan
- Ibu merasakan rasa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis
- Amenorea

Data Objektif
- Perdarahan (bisa sedikit atau banyak) dan biasanya berupa stolsel (darah beku)
- Sudah ada keluar fetus atau jaringan
- Serviks terbuka
- Sisa-sisa jaringan dalam kanalis servikalis atau kavum uteri kadang-kadang dapat diraba
- Uterus berukuran kecil dari seharusnya
- Uterus membesar dan lembek

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Jadwal Mata Kuliah Kelas A1

Senin
Kimia Dasar (Nur Adi, S.Si, M.Kes)
Pendidikan Kewarganegaraan (Darwis, S.Pd, M.Kes)
Psikologi Umum (Hj. Indrawaty, S.Pd, M.Kes)

Selasa
Anatomi Tubuh Manusia (Tim Anatomi FK UNHAS)
Bahasa Indonesia (Drs. H. Hasan Ali, M.Si)
ISP & Masalah Kesehatan (Muhammad Basri, S.St, M. Kes)

Rabu
Konsep Dasar Keperawatan I (St. Nurbaya, S.Kep, Ns)
Pendidikan Pancasila (Darwis, S.Pd, M.Kes)

Kamis
Biologi Keperawatan (Eddyman W. Ferial, S.Si, M.Si)

Jum’at
Fisika Keperawatan (Dr. Sri Suryani, DEA)

Sabtu
Praktikum Kimia Dasar (Tim Asisten Kimia Dasar MIPA UNHAS)
Praktikum Biologi Dasar (Tim Asisten Biologi Dasar MIPA UNHAS)




by: berbie "09"

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Tugas Filsafat Keilmuan (Membuat Contoh Rasionalisme, Empirisme, Kritisme, Idealisme, Materialisme, Praktisme dan Positifisme)

NAMA : A R S A M
NIM : NH0109050
KELAS : A1


Rasionalisme
Contoh:
1. Karena terbukti korupsi, Pak Budi dijebloskan masuk ke Penjara.
2. Andi mampu menjawab semua pertanyaan saat MID dengan baik, saat proses perkuliahan pun Andi cukup aktif dan disetiap diskusi Andi tak pernah ketinggalan untuk menyampaikan pendapatnya. Andi pun mendapat nilai A dan berhak mendapatkan beasiswa berprestasi dari kampus.

Empirisme
Contoh:
1. Yudi mengabarkan ke Arif, bahwasanya wanita dibalik reruntuhan bangunan itu telah mati, karena Arif tidak melihat langsung, secara tegas Arif mengatakan wanita itu belum tentu mati.
2. Dari kejauhan, Deni sudah menafsirkan bahwa wanita berjilbab itu adalah Yunita, tapi oleh Tomi dikatakan bahwa wanita itu bukanlah Yunita karena di desa ini ada banyak wanita berjilbab selain Yunita.

Kritisme
Contoh:
1. Dokter yang menyampaikan kepada keluarga pasien bahwasanya kematian pasien ini adalah semata-mata takdir dari Yang Maha Kuasa karena sebagai Dokter kami telah melakukan upaya pengobatan sesuai prosedur yang berlaku dan telah memberikan penanganan yang maksimal.
2. Kemampuan seorang loyer/pengacara dalam menyampaikan berbagai pembelaan terhadap klien yang dibelanya di depan pengadilan.


Idealisme
Contoh:
1. Karena tak punya komputer, maka Anto memanfaatkan usaha rental yang menyediakan jasa pengetikan.
2. Uni adalah mahasiswi yang malas, untuk mendapatkan nilai yang maksimal saat MID, Uni pun membuat pelampung menjelang berlangsungnya MID.

Materialisme
Contoh:
1. Diana lebih memilih Radit menjadi pacarnya ketimbang Yuhar, padahal dari kesehariannya Yuhar dikenal sebagai pribadi yang ramah. Sementara Radit lebih dikenal sebagai anak konglongmerat yang nakal.
2. Karena telah menyelamatkan nyawa anak pak Waluyo seorang pengusaha sukses, Aditya lebih memilih diberikan hadiah berupa uang ketimbang diberikan kepercayaan untuk menduduki suatu jabatan di perusahaan pak Waluyo

Praktisme
Contoh:
1. Nindi lebih senang sarapan dengan roti ketimbang makan dengan nasi.
2. Seorang mahasiswa lebih senang memakai kaos oblong ke kampus daripada memakai baju kemeja.

Positifisme
Contoh:
1. Melihat usaha belajarnya selama ini, Rahmat yakin akan lulus dengan nilai yang memuaskan.
2. Aswar terjatuh dari motor, datanglah Adi dan Edi, Adi berkata kamu harus segera ke dokter akan tetapi Edi berkata kamu akan baik-baik saja.

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Bahan Makalah Kelompk 3 Filsafat

Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran rasionalisme suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir.

Latarbelakang munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (scholastic), yang pernah diterima, tetapi ternyata tidak mampu mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan yang dihadapi. Pada tokoh aliran Rasionalisme diantaranya adalah Descartes (1596- 1650 M ).

1. Rene Descartes ( 1596- 1650 M )

Descartes disamping tokoh rasionalisme juga dianggap sebagai bapak filsafat, terutama karena dia dalam filsafat-filsafat sungguh-sungguh diusahakan adanya metode serta penyelidikan yang mendalam. Ia ahli dalam ilmu alam, ilmu hukum, dan ilmu kedokteran.

Ia yang mendirikan aliran Rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercayai adalah akal. Ia tidak puas dengan filsafat scholastik karena dilihatnya sebagai saling bertentangan dan tidak ada kepastian. Adapun sebabnya karena tidak ada metode berpikir yang pasti.

Descartes merasa benar-benar ketegangan dan ketidak pastian merajalera ketika itu dalam kalangan filsafat. Scholastic tak dapat memberi keterangan yang memuaskan kepada ilmu dan filsafat baru yang dimajukan ketika itu kerapkali bertentangan satu sama lain.

Descartes mengemukakan metode baru yaitu metode keragu-raguan. Seakan- akan ia membuang segala kepastian, karena ragu-ragu itu suatu cara berpikir. Ia ragu- ragu bukan untuk ragu-ragu, melainkan untuk mencapai kepastian. Adapun sumber kebenaran adalah rasio. Hanya rasio sejarah yang dapat membawa orang kepada kebenaran. Rasio pulalah yang dapat memberi pemimpin dalam segala jalan pikiran. Adapun yang benar itu hanya tindakan budi yang terang-benderang, yang disebutnya ideas claires et distinctes. Karena rasio saja yang dianggap sebagai sumber kebenaran, maka aliran ini disebut Rasionalisme.

2. Spinoza (1632- 1677 M)

Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 M. Nama aslinya adalah barulah Spinoza ia adalah seorang keturunan Yahudi di Amsterdam. Ia lepas dari segala ikatan agama maupun masyarakat, ia mencita- citakan suatu sistem berdasrkan rasionalisme untuk mencapai kebahagiaan bagi manusia.menurut Spinoza aturan atau hukum ynag terdapat pada semua hal itu tidak lain dari aturan dan hukum yang terdapat pada idea. Baik Spinoza maupun lebih ternyata mengikuti pemikiran Descartes itu, dua tokoh terakhir ini juga menjadikan substansi sebagai tema pokok dalam metafisika, dan kedua juga mengikuti metode Descantes.

3. Leibniz

Gottfried Eilhelm von Leibniz lahir pada tahun 1646 M dan meninggal pada tahun 1716 M. ia filosof Jerman, matematikawan, fisikawan, dan sejarawan. Lama menjadi pegawai pemerintahan, pembantu pejabat tinggi Negara. Waktu mudanya ahli piker Jerman ini mempelajari scholastik.

Ia kenal kemudian aliran- aliran filsafat modern dan mahir dalam ilmu. Ia menerima substansi Spinoza akan tetapi tidak menerima paham serba tuhannya (pantesme). Menurut Leibniz substansi itu memang mencantumkan segala dasar kesanggupannya, dari itu mengandung segala kesungguhan pula. Untuk menerangkan permacam- macam didunia ini diterima oleh Leibniz yang disebutnya monaden. Monaden ini semacam cermin yang membayangkan kesempurnaan yang satu itu dengan cara sendiri.

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Tugas KDK

Dengan menggunakan slogan "SEHAT"
S = Seimbang Gizi
E = Enyahkan Rokok
H = Hindari Stress
A = Awasi Tekanan Darah
T = Teratur Olahraga
teman-teman S1 Keperawatan "09" disuruh membuat sebuah "Klipping" dengan catatan sbb:
- isi klipping 15 lembar
- menggunakan kertas kwarto
- 1 halaman ada 2 gambar
- mengambil referensi dari internet (di print), majalah dan koran
- klipping mengunakan sampul warna kuning + logo
- klipping disertai Daftar Riwayat Hidup penyusun yang diletakkan pada halaman terakhir klipping

"info ini saya dapat ketika kegiatan perkuliahan di kelas berlangsung"

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Komentar Anda

Entri ini sengaja aku buat agar teman-teman, khususnya teman-teman S1 Keperawatan "09" Kelas A1a dan Kelas A1b bisa berkomentar terkait kinerja aku di kampus khususnya dikelas selaku Ketua Tingkat. Disini teman-teman juga bisa bertanya terkait hal-hal yang kurang dimengerti maupun info-info seputar kegiatan perkuliahan di kampus kebanggaan kita STIKES Nani Hasanuddin Makassar.
So, kalo teman-teman mau berkomentar atau bertanya silahkan masukkan komentar atau pertanyaan anda dengan meng-klik menu komentar.
Sekian,
Terima Kasih.

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Kelompok 3 Filsafat

RASIONALISME
1. Arifuddin
2. Arif Firmansyah
3. Arsam
4. Apriska Susan Setiawati
5. Asrina
6. Asriani
7. Anriani Rifai

SILOGISME
1. Ardiansa
2. Ardy
3. Asmania Talib
4. Anita Damayanti
5. Asnisyahriana
6. Asrun Alisam
7. Asia Talla

LOGIKA DEDUKTIF
1. Ashar Muin
2. Asni Kala
3. Arapik
4. Aryan Diana
5. Arni AR
6. Asrika

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

STRUKTUR KELAS A1


PENGURUS INTI

KETUA TINGKAT : ARSAM
W. KETUA TINGKAT : BASO DIRWAN
SEKRETARIS : ARIF FIRMANSYAH
W. SEKRETARIS : ADENONY A BADRUN
BENDAHARA : ANDI RIA PEBRIANA YUSUF
W. BENDAHARA : DWI WIDHYASTUTI ZULFAH

KOORDINATOR MATA KULIAH

1. Pendidikan Agama : Baso Asriadi
2. Pendidikan Pancasila : Abd Hakim
3. Pendidikan Kewarganegaraan : Asni Kala
4. Psikologi Umum : Dien Sri Wahyuni K
5. Kimia Dasar : Andi Anna Oktaviana
6. Fisika Keperawatan : Baso Dirwan
7. Biologi Keperawatan : Apriska Susan Setiawati
8. Konsep Dasar Keperawatan I : Edy Nurkamal
9. Bahasa Indonesia : Amin Wagang
10. ISP & Masalah Kesehatan : Andi Ria Pebriana Yusuf
11. Filsafat Keilmuan : Elisabet Yane Stover
12. Anatomi Tubuh Manusia : Dien Sri Wahyuni K

Komentar Visit Facebook "Arsam Ji"

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

Kelompok Bio Kep Kelas A1


Kelompok 1 "Landasan Penelaahan Ilmu"
1. Amin Wagang
2. Abdul Majid
3. Darwis La Noho
4. Andi Amalia
5. Andi Anna Oktaviana
6. Andi Waliana
7. Apriska Susan Setiawati
8. Arni AR

Kelompok 2 "Biologi Sel"
1. Abdul Munir
2. Arapik
3. Ashar Muin
4. Astuti Amir BK
5. Ayu Reski Amalia
6. Dian Ekawati
7. Dini Purwati
8. Dewi Kariwangan

Kelompok 3 "Pengantar Ekologi"
1. Abd Hakim Husen
2. Anas
3. Arifuddin
4. Charly Yohanis Wedilen
5. Agustina B
6. Afiah Magfirah
7. Afrida Batti
8. Andi Ahdaniar

Kelompok 4 "Nutrisi Dan Metabolisme"
1. Abdul Ch Amin
2. Aryan Diana
3. Citroswarno Abd Kemang
4. Emi Rasmiani
5. Devianita
6. Dewio Srianti
7. Deviyanti
8. Eka Septiani

Kelompok 5 "Pengantar Biologi Molekuler"
1. Akbar
2. Arif Firmansyah
3. Benardin Petrus S.B
4. Candra Cantini Suat
5. Citra Juniarti
6. Dahniar
7. Darmayunita
8. Dede Karisma Yanti Bala

Kelompok 6 "Teknologi DNA"
1. Abdul Sila
2. Ardy
3. Deddy Kurniawan
4. Dwiyana Kusuma
5. Eka Maya Sari
6. Eka Ratna Sari
7. Eka Rezky
8. Elshy Pangden Rabba
9. Elviana

Kelompok 7 "Sitogenetika"
1. Ady Nirham
2. Agus Muhajrin
3. Arsam
4. Edy Nurkamal
5. A. Angguntriani Asmun
6. A. Megawati Asdar
7. A. Nurfatriani
8. Agustina

Kelompok 8 "Hereditas Mendel"
1. Abdul Safah
2. Ardiansa
3. Burhanuddin
4. Asia Talla
5. Asmania Talib
6. Asni Kala
7. Asnisyahriana
8. A. Syahruni Arfah

Kelompok 9 "Aberasi Kromosom"
1. Alwan Amasae
2. Baso Dirwan
3. Deni Kurniawan Ibrahim
4. Dien Sri Wahyuni K
5. Dominikus Loza
6. Dwi Sandy Nurul Hidayah
7. Dwi Widhyastuti Zulfah
8. Emiliana Betshi

Kelompok 10 "Probabilitas dan Golongan Darah"
1. Ade Irfan Ardiansyah
2. Abd Hakim
3. Baso Asriadi
4. Asriani
5. Asrika
6. Asrina
7. Ainul Mafrishah
8. Astri Abd Mutholib
9. Defriana Bery

Kelompok 11 "Dasar Imunologi"
1. Abaditus Namang Djabar
2. Ahmad Haerul
3. Aswar Tahir
4. Adenony A Badrun
5. Elisabet Yane Stover
6. Anriani Rifai
7. Anggres Pesnita
8. Angriani Safitri
9. Anita Damayanti

Kelompok 12 "Sistem Reproduksi Manusia"
1. Abdul Munir
2. Arapik
3. Ashar Muin
4. Astuti Amir BK
5. Ayu Reski Amalia
6. Dian Ekawati
7. Dini Purwati
8. Dewi Kariawangan

Petunjuk Tugas:
1. Membuat Slide PowerPoint (min 5 dan max 10 slide)
2. Full Colour + Gambar + Animasi
3. Peta Konsep
4. Penyajian Topik (15 menit)
5. Diskusi & Tanya Jawab (30 menit)

Komentar: visit Facebook "Arsam Ji"

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel

"9 Rahasia Sukses"

1. Sukses adalah rancangan Tuhan, jadi jangan pernah menyerah untuk
meraih sukses yang Tuhan sediakan.

2. Sukses tidak datang begitu saja, tidak hanya dengan berdoa tetapi
disertai dengan bekerja. Juga bukan hanya bekerja saja tetapi harus
disempurnakan oleh doa.

3. Sukses selalu diawali dengan langkah belajar, jangan pernah
menyerah selama proses belajar itu.

4. Sukses butuh perjuangan, kerja keras, kerajinan & ketekunan. Orang
berjiwa sukses tidak suka mengeluh tapi berusaha selalu untuk
memperbaiki keadaannya.

5. Sukses butuh campur tangan Tuhan karena masa depan kita ada di
tangan-Nya.

6. Sukses butuh kecekatan kerja, jangan sampai kehilangan kesempatan
untuk meraih sukses, don't waste your time!

7. Sukses tidak hanya menjadi bagian segelintir orang, tapi menjadi
hak setiap orang yang mau berjuang untuk mendapatkannya.

8. Sukses diawali dari mimpi, hasrat dan harapan tapi jangan hanya
bermimpi untuk menjadi sukses, raih sukses itu sekarang dengan mulai
bertindak, walaupun itu hanya sebuah tindakan kecil!

9. Sukses orang lain dan sukses kita mungkin membutuhkan waktu, cara,
dan jalan yang mungkin berbeda, jadi jangan silau dengan kesuksesan
orang lain. So, "be your self".

arsamgokeeel@yahoo.co.id

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By Arsam Gokeeel
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified
Russian Portuguese English French
German Spain Italian Dutch

Untuk Berlangganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


ShoutMix chat widget

Free Blog Content